Kenali Bahaya Kegemukan ( Obesitas ) Sejak Dini

Perubahan yang dialami oleh tubuh merupakan suatu peringatan agar kita dapat menjaga kesehatan tubuh dengan baik. Ketika berat badan mengalami peningkatan yang drastis misalnya, resiko mengidap penyakit serius dapat kita alami. Ketika kita mengalami kegemukan yang kurang wajar, kita tidak boleh menyepelekan kondisi tersebut. Berat badan yang ideal menjadi jaminan bagi kesehatan tubuh.

Karena kegemukan dapat mengakibatkan penyakit atau hal-hal yang tidak diinginkan, menjaga agar badan memiliki berat badan yang ideal menjadi hal wajib yang harus diperhatikan. Apalagi jika keluarga kita memiliki riwayat penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan jantung, obesitas atau berat badan yang berlebih dapat menjadi pemicu utama.

Gangguan Psikis dan Fisik yang Dapat Muncul Akibat Obesitas

pixabay.com

Ketika kita mempelajari mengenai obesitas, penyakit tersebut dapat memicu beberapa penyakit kronis dan mematikan. Jenis penyakit yang biasa dikaitkan dengan obesitas terdiri dari penyakit jantung, kadar kolesterol yang tinggi, penyakit kandung empedu dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, obesitas juga dapat memicu kinerja dari hormon insulin sehingga penyakit diabetes dapat terjadi. Jumlah lemak berlebih pada tubuh menyebabkan timbunan lemak dalam tubuh meningkat dan penyumbatan arteri dapat terjadi. Khusus untuk wanita, berat badan berlebihan dapat mempengaruhi pola menstruasi yang tidak lancar, kemandulan dan kesulitan memiliki keturunan.

Bagi para pengidap obesitas banyak yang mengalami kesulitan tidur. Mereka bahkan akan berada dalam kondisi kesulitan bernapas ketika tidur atau dikenal dengan istilah sleep apnea. Berbeda dengan gangguan tidur biasanya, sleep apnea merupakan gangguan tidur yang patut untuk diwaspadai. Tidak hanya membuat kadar oksigen berkurang, sleep apnea juga dapat menyebabkan kinerja jantung yang menurun dan meningkatkan terserang penyakit stroke serta diabetes.

Berat badan yang berlebih atau obesitas dipercaya dapat meningkatkan terserang penyakit osteoporosis. Selama mengalami kondisi ini, penderita diabetes juga akan merasakan rasa sakit pada area punggung dan sendi lutut. Rasa sakit di kedua area tersebut dapat terjadi lantaran tubuh terlalu keras dalam menopang berat badan. Resiko terkena penyakit kanker menjadi gangguan fisik yang akan dialami oleh penderita obesitas.

Kanker ginjal, kanker tiroid, kanker pankreas, kanker kolon dan kanker esofagus menjadi jenis-jenis kanker yang kemungkinan dapat dialami oleh mereka yang memiliki berat badan berlebih. Kanker rahim, kanker kandung empedu dan kanker ginjal menjadi serangkaian jenis kanker yang akan dialami oleh wanita dengan berat badan yang berlebih.

Yang paling sering dialami oleh penderita obesitas adalah mendapatkan celaan dari orang lain. Ejekan yang ditujukan oleh penderita obesitas tentunya menunjuk pada berat badan yang mereka miliki. Celaan atau ejekan yang diterima oleh penderita berat badan berlebih dapat membuat penurunan rasa percaya diri. Selain minder, penderita berat badan yang berlebihan juga kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Tanda Ketika Tubuh Mengalami Kegemukan

pixabay.com

Untuk mengetahui apakah kita memiliki berat badan yang terlalu berlebihan dan tergolong obesitas, kita juga harus mengetahui tanda-tanda yang dialami oleh tubuh. Salah satu pertanda bahwa kita mengalami kegemukan adalah perubahan pada ukuran baju. Jika kita merasa nyaman menggunakan pakaian tertentu namun merasa kesempitan untuk pakaian yang sama, tanda tersebut merupakan pertanda bahwa tubuh mengalami kegemukan.

Yang paling terlihat jelas akan perubahan berat badan yang berlebih adalah ketika menggunakan celana. Perlu untuk diketahui, bagian perut, paha dan pinggul merupakan bagian tubuh pertama yang akan mengalami pembesaran ketika berat badan meningkat.

Selain perubahan pada ukuran celana, pertanda lainnya yang terlihat ketika berat badan berlebihan adalah mudah merasa lelah ketika selesai menjalankan aktifitas tertentu. Rasa lelah yang mudah muncul menjadi tanda bahwa kita harus menurunkan berat badan segera guna menghindari penyakit kronis yang dapat dialami oleh penderita obesitas.

Tanda lainnya yang dapat muncul ketika kegemukan terjadi adalah timbulnya rasa nyeri atau sakit pada bagian lutut dan pinggang. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penderita obesitas harus menopang berat badannya dengan menggunakan kaki. Bagian lutut dan pinggang yang menjadi bagian dari kaki akan menjadi tumpuan utama sehingga mudah terasa sakit dan nyeri.

Jika kita ingin mengetahui apakah berat badan yang dimiliki tergolong obesitas atau tidak, kita harus mengetahui berat badan yang ideal. Perkiraan BB agar langsing dapat diketahui melalui indeks massa tubuh atau IMT. Perhitungan berat badan ini menggunakan pembagian berat badan dan tinggi badan dengan satuan m². Berikut ini merupakan ukuran IMT untuk golongan berat badan:

  1. Berat badan kurang atau kurung memiliki ukuran IMT <18,5
  2. Berat badan normal memiliki ukuran IMT 18,5 hingga 22,9
  3. Berat badan berlebih memiliki ukuran IMT 23 hingga 24,9
  4. Obesitas memiliki ukuran IMT >25

Indeks massa tubuh atau IMT yang disebutkan di atas akan memiliki ukuran yang berbeda berdasarkan dengan tingkat ketinggian dan berat badan penduduk di suatu negara. Patokan berat badan ideal di Indonesia akan memiliki ukuran yang berbeda dengan negara lainnya. Hal serupa juga dapat terjadi pada binaragawan dengan orang biasa. Meskipun demikian, kita setidaknya mengetahui patokan berat badan yang ideal agar terhindar dari obesitas.

Yono

Leave a Reply

Your email address will not be published.