Cara Budidaya Belut di Drum Yang Mudah dan Praktis 

Selain ikan, belut menjadi salah satu hewan yang gurih dimasak dan banyak disukai.  Dibanding beberapa jenis ikan, harga belut relatif lebih mahal. Tertarik membudidayanya? Umumnya budidaya belut dilakukan di kolam terpal maupun disawah. Selain dengan menggunakan dua cara ini, belut juga bisa dibudidaya menggunakan media drum.

Cara Budidaya Belut di Drum Yang Mudah dan Praktis

Simak cara membudidayakan belut dengan media drum yang mudah dengan langkah-langkah berikut ini :

1. Siapkan peralatan secara lengkap

Sebelum memulai membudidaya belut, sediakan peralatan secara lengkap, yakni drum dan media isian yang nantinya dijadikan habitat belut. Media ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan belut dari mulai bibit, sampai dengan panen. Usahakan media dibuat semirip mungkin dengan habitat belut di alam liar.

Bahan  media yang harus disiapkan agar budidaya belut di dalam drum optimal antara lain :

  • Tanah Lumpur kering
  • Air bebas pencemaran
  • Mikro organisme
  • Jerami
  • Pupuk TSP
  • Kompos
  • Tanaman eceng gondok

Bahan-bahan ini bisa dengan mudah Anda dapatkan dilingkungan sekitar. Setelah bahan lengkap, selanjutnya menyusun komposisinya secara tepat. Langkah pertama, letakan jerami di bagian dasar drum, ketebalannya sekitar 20 cm sampai dengan 40 cm, lalu siram jerami secara merata dengan bibit mikroorganisme yang sudah disediakan.

Langkah kedua, taruh kompos di atas jerami, ketebalannya sekitar 5 cm kemudian tutup pakai lumpur. Pastikan lumpur sebelumnya sudah dicampur dengan pupuk TSP sebanyak 5kg dan dengan ketebalan 25 cm.

Langkah ketiga, aliri media tadi dengan air sampai seluruhnya tergenang hingga setinggi 20 cm di atas lapisan permukaan lumpur.

Langkah keempat, letakan tanaman eceng gondok untuk menstimulus pertumbuhan mikroorganisme secara alami.

Jangan lupa. Media yang sudah disiapkan ini, lakukan pengendapan selama beberapa hari untuk menghasilkan proses frementasi alami. Agar media menjadi habitat sempurna bagi pertumbuhan belut, nantinya media ini ditinggali plankton, cacing dan jentik lainya. Ini merupakan makanan alami belut.  Biasanya proses ini memakan waktu dua minggu sejak media diendapkan.

2. Siapkan Bibit Belut

Setelah media sudah memenuhi syarat untuk tempat hidup belut, masukan belut yang sudah disediakan ke dalam drum. Untuk media dengan ukuran drum biasa atau drum ukuran normal, dapat menampung sebanyak 300 sampai 500 bibit belut.

Usahakan pasokan makanan terpenuhi karena belut bersifat kanibal (pemakan sesama). Namun jika masih usia 8 sampai 10 bulan, pola makan belut masih normal.

3. Lakukan Perawatan Rutin

Setelah bibit belut sudah dimasukkan ke dalam media, anda perlu melakukan perawatan secara rutin. Perhatikan kondisi airnya, jaga kualitasnya. Sebab pada masa pertumbuhan belut, air berubah menjadi basa akibat tumpukan sisa pakan yang menyebabkan meningkatnya kadar amonia di dalam airnya. Ukur kadar pH secara teratur dan jaga agar kualitas air tetap baik. Jika kondisinya basa, maka perlu dinetralisir. Pehatikan juga suhu air agar tetap berada di 26 sampai 28 derajat celcius. Ini merupakan suhu ideal bagi pertumbuhan belut.

4 Pemberian pakan

Beri pakan secara teratur, dengan pemilihan pakan yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan belut. Anda bisa memberikan pakan berupa siput, cacing tanah, belatung, ikan cetol, maupun ikan ukuran kecil lainya. Perhatikan porsinya, dalam sehari, lebih baik diberi pakan sekali ketika sore. Anda jug bisa memberikan tambahan pakan berupa pelet.

5 Masa panen belut

Belut sudah bisa dipanen dan dikonsumsi pada umur 4 bulan. Di usia ini belut normal memiliki bobot 400 gram. Anda bisa menjadikan hasil panen belut  sebagai konsumsi pribadi maupun untuk dijual. Harga jual belut cukup tinggi, perkilonya mulai dari Rp.32.000 isi 3-5 ekor.

Yono

Leave a Reply

Your email address will not be published.